Kamis, 15 Mei 2014

Proposal Penjualan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Masyarakat saat ini sudah mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan. Zaman dahulu orang dalam membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, hal inilah yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang akan mereka beli.
Saat ini roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga dapat mudah dijangkau semua kalangan masyarakat. Bisa dibilang roti merupakan makanan  pengganti nasi, karena memiliki nilai karbohidrat yang hampir setara dengan nasi.

1.2.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam pelaksanaan program kewirausahaan ini, sebagai berikut.
  1. Bagaimana mengembangkan produk roti bakar yang terjamin kebersihannya dan kesehatannya?
  2. Bagaimana strategi memperoleh keuntungan dalam usaha roti bakar ini?
1.3.  Tujuan Program 
Tujuan dalam pelaksanaan program ini, sebagai berikut.
  1. Mengetahui cara mengembangkan produk roti bakar yang terjamin dalam segi kebersihan dan kesehatan dan rasa yang unik dan belum pernah ada.
  2. Mengetahui strategi untuk memperoleh keuntungan yang berlangsung secara terus menerus.
1.4.  Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dalam pelaksanaan program ini, sebagai berikut.
  1. Terciptanya produk yang benar-benar memerhatikan kesehatan, pemenuha gizi yang tepat dengan harga yang terjangkau dan mudah untuk didapatkan.
  2. Adanya strategi pemasaran roti bakar untuk memperoleh keuntungan yang berkelanjutan.
1.5.       Kegunaan Program
Kegunaan program usaha ini, sebagai berikut.
  1. Mendapat pengalaman dalam usaha kewirausahaan.
  2. Menambah pengetahuan akan bisnis kewirausahaan serta mengenai kandungan gizi dalam roti dengan topping yang digunakan.
  3. Bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kita mendirikan sebuah usaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari segi gizi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

2.1.  Kebutuhan Modal Awal2 Gerobak / Biaya Tetap
  • Tempat untuk jualan / Gerobak : Rp.2.000.000
  • Tempat untuk bakar roti (Wajan) : Rp. 300.000
  • Kompor : Rp. 200.000
  • Dekelit 3 x 4 m : Rp. 150.000
  • Tempat selai / Toples 4 buah : Rp. 40.000
  • Garpu roti : Rp. 15.000
  • Pisau roti : Rp. 8.000
  • Solet besar 4 biji : Rp. 16.000
  • Solet Kecil 4 biji : Rp. 20.000
  • Parutan keju 2 buah : Rp. 9.000
  • Tempat garpu, pisau : Rp. 45.000
  • Sticker dan daftar harga roti : Rp. 30.000
  • Jumlah : Rp. 2.633.000,-
2.2.  Kebutuhan Bulanan 2 Gerobak / Biaya Variabel 1
  • Selai strawberry 10 kg : Rp. 70.000
  • Selai nanas 10 kg : Rp. 70.000
  • Simas 12,5 kg : Rp.113.000
  • cokelat ceres 12,5 kg : Rp.175.000
  • kacang 4 kg : Rp. 56.000
  • susu 36 kaleng : Rp.216.000
  • keju10 biji :Rp.140.000
  • pisang 1 tundun :Rp. 40.000
  • plastic 3 pack :Rp. 12.000
  • kertas roti 1 pack :Rp. 15.000
  • Jumlah : Rp.907.000
2.3.  Kebutuhan 2 hari sekali untuk 2 Gerobak / Biaya Variabel 2
Roti 40 biji : Rp.88.000
minyak tanah 4 liter : Rp.10.000
Jumlah : Rp.98.000
Maka selama 1 bulan biaya untuk beli roti dan minyak tanah = Rp.98.000 X 15 = Rp.1.470.000
Jadi jumlah total pengeluaran selama 1 bulan Variabel 1 + Biaya Variabel 2
= Rp. 907.000  + Rp.1.470.000
= Rp.2.377.000

2.4.  Estimasi Biaya dan Pendapatan
Diperkirakan setiap hari 1 gerobak mampu terjual roti sebanyak 8 buah. Maka selama 1 bulan untuk 1 gerobak diperkirakan = 8 x 30 hari : 240 roti
2 gerobag maka 1 bulan diperkirakan roti yang terjual = 240 x 2 gerobak : 480 roti
Pendapatan kotor 1bulan (harga roti terendah) = 480 roti x Rp.6.000  = Rp.2.880.000
Pendapatan bersih 1 bulan = Pendapatan kotor – Pengeluaran Biaya keseluruhan
= Rp.2.880.000Rp.2.377.000
= Rp.503.000

Pendapatan sebesar Rp.503.000 adalah pendapatan dari harga jual roti terendah, sedangkan kita mempunyai bermacam–macam harga roti sesuai dengan rasa yang dinginkan ini dapat dilihat pada tabel daftar harga roti berikut ini :
Daftar Harga
Padahal dalam sehari roti yang terjual tidak selamanya index harga yang terendah, index harga roti yang terjual brevariasi sesuai dengan permintaan pembeli rasa apa yang pembeli inginkan. Sehingga bukan tak mungkin pendapatan bersih kita selama 1 bulan bisa mencapai lebih dari Rp.503.000
  • Nanas/Strawbery Rp. 6.000
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Kacang = Rp. 6.500
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Pisang = Rp. 6.500
  • Kombanisi Nanas/Strawbery + Coklat = Rp. 7.000
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Keju = Rp. 7.000
  • Coklat + Coklat = Rp. 7.500
  • Kombinasi Coklat + Pisang = Rp. 7.500
  • Kombinasi Coklat + Kacang = Rp. 7.500
  • Pisang + Pisang = Rp. 8.000
  • Kacang + Kacang = Rp. 8.000
  • Kombinasi Kacang + Pisang = Rp. 8.000
  • Kombinasi Keju + Pisang = Rp. 8.500
  • Kombinasi Keju + Coklat = Rp. 8.500
  • Kombinasi Keju + Kacang = Rp. 8.500
  • Keju + Keju = Rp. 9.000
  • Special = Rp.10.000
2.5.  Tenaga Kerja
Dalam bisnis jualan roti ini kita tidak memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan skill yang khusus seperti sarjana dll, akan tetapi yang diperlukan adalah orang yang mau bekerja secara tekun / telaten, sabar, kerja keras dan tidak gengsi karena ini merupakan pekerjaan remeh menurut pandangan masyarakat tertentu.

2.6.  Lokasi
Pilihlah lokasi yang paling bagus yaitu ditempat yang banyak dilalui orang (banyak orang yang melakukan aktifitas) seperti di depan toko (supermarket), di perempatan atau pertigaan jalan dll. Untuk lokasi yang sudah kami dapatkan yaitu di depan rumah, lokasi cukup bagus karena di pinggir jalan dan dekat toko perbelanjaan (ruko-ruko), dan satu lagi di pinggir jalan raya magelang-jogja tepat nya di depan pabrik kertas blabak.

2.7.  Pesaing
Anda harus mensurvei para pesaing-pesaing anda. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Contoh, bagaimana caranya membuat roti bakar kita beda dengan penjual lain dan terlihat lebih unik serta kalau bisa dengan harga murah.

2.8.  Strategi Pemasaran
Terdiri dari (Price+Place+Promotion) Harga roti lebih murah, pilih lokasi strategis, Promosi dengan diskon

2.9.  Faktor- faktor penjualan
Faktor Cuaca
  • Bila hujan turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu banyak / jarang  dan sepi penjualan juga
  • Bila cuaca terang maka orang banyak yang keluar sehingga target roti 1 hari terjual 16 roti bisa terpenuhi bahkan bisa lebih dari taget.
Faktor Ekonomi Masyarakat
  • Bila musim akhir bulan maka pembeli tidak begitu banyak, namun bila awal bulan maka biasanya pembeli ramai.
  • Bila harga sembako naik walaupun hanya sedikit, kadang bisa mengurangi pembeli.


















BAB III
METODE PELAKSANAAN
  1. Konsulatasi dengan Pembimbing Mengenai Proposal PKM
Konsultasi awal mengenai PKMK yang telah disusun. Konsultasi inimengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan program yang akandilakukan. Konsultasi ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
  1. Riset Pemasaran
Hal ini berupa pengamatan pemasaran. Ke mana saja produk tersebutakan didistribusikan. Pengamatan ini juga meliputi analisis minat pasar terhadap produk dan daya saing dari produk ini. Dari pengamatan ini dapatmembantu dalam pemasaran produk dan ketahanan produk dalam persaingandengan produk lain.
  1. Pembuatan Roti Bakar   
Pembuatan roti bakar saat adanya pemesanan, sehingga produk disajikan dengan keadaan "fresh". Sehingga pelanggan bisa puas dengan hasil pesanannya.
  1. Pengemasan Produk 
Saat disajikan kepada pelanggan harus terlihat menarik. Tidak hanya menarik, namun diperhatikan kerapihan dan kebersihannya, sehingga dapat menarik pelanggan-pelanggan yang baru dan memiliki pelanggan yang tetap.
  1. Perintisan Jaringan Pemasaran  
Setelah melakukan pengamatan pasar, langkah selanjutnya merintis pemasaran. Pada proses ini dilakukan kontrak dengan para distributor dan pengecer. Kontrak itu akan membicarakan tentang negoisasi harga dankerjasama dalam pembagian laba.
  1. Evaluasi Program dengan Membuat dan Menyusun Rencana Tindak Lajut
Setelah berjalan 4 bulan dilakukan evaluasi untuk keberlanjutan usahaini. Pada proses evaluasi ini juga dilakukan analisis mengenai minat pasar sehingga dapat dilakukan pengembangan mutu produk. Evaluasi ini juga bertujuan untuk menganalisis kelayakan dari keberlanjutan usaha ini.

  1. Membuat Laporan dan Menyusun Rencana ke Depan. 
Proses terakhir adalah menyusun laporan yang berisi analisis dari usahakerupuk berbahan dasar aneka buah. Analisis ini berupa analisis pasar, untung dan rugi dari usaha ini. Yang diharapkan dari laporan ini dapat dijadikan bahan evaluasi dalam keberlanjutan usaha ini.





















DAFTAR PUSTAKA

http://cara-membuat.org/proposal-usaha-roti-bakar#.UMdXj8VO-So
http://www.scribd.com/doc/24822654/PKMK-kroepoek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar